BASARNAS MENUJU WILAYAH BEBAS KORUPSI DAN BIROKRASI BERSIH MELAYANI

Yogyakarta - 28-31 Agustus 2017 bertempat di hotel Horison Ultima Riss jl. Gowongan Kidul no. 33 - 49, Sosromenduran, Gedongtengen. Badan Sar Nasional melaksanakan sosialisasi dengan tema "Penegakkan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan sebagai upaya peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik untuk mewujudkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani (wbk-wbbm) ". Dihadiri oleh TNI,  Polri, mahasiswa dan komunitas relawan.

Sesuai pasal 1 ayat (2) undang-undang republik indonesia nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara, pegawai aparatur sipil negara atau pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian, dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas, kode etik dan kode perilaku bagi pegawai negeri sipil harus dipedomani. Kita dituntut melaksanakan tugas dengan jujur, betanggung jawab, dan berintegritas tinggi.

Sejalan dengan itu, dalam pasal 12 butir (b) peraturan pemerintah republik indonesia nomor 46 tahun 2011 tentang penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil dinyatakan bahwa salah satu butir penilaian perilaku pegawai negeri sipil adalah integritas.

Integritas sangat erat hubungan dengan perilaku kerja pegawai. Perilaku pegawai adalah setiap tingkah laku, sikap atau tindakan yang dilakukan oleh pns, atau tidak melakukan sesuatu, yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Jadi, integritas tidak pernah lepas dari kepribadian dan perilaku seseorang yang berhubungan dengan sifat yang dipercaya, komitmen, tanggung jawab, kejujuran, kebenaran, dan kesetiaan terhadap tugas dan tanggung jawab yang diembannya. Integritas tentu mempunyai nilai, dan sangat penting untuk diterapkan dalam sebuah instansi pemerintah. Integritas adalah saling percaya, dan pada akhirnya sifat saling percaya ini berguna untuk mencapai tujuan organisasi. Jika nilai-nilai integritas tidak dijalankan, kerja sama tim yang dilakukan akan menjadi lebih sulit akibat tidak terbangunnya kepercayaan yang komprehensif di antara sesama aparatur.

 

Nilai integritas mengandung nilai yang meliputi kejujuran, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, keberanian, dan keikhlasan. Salah satu dari nilai itu yang sering berbenturan dengan praktek kkn adalah keikhlasan.

Keikhlasan di sini adalah ketulusan dan kejujuran dari seorang pegawai negeri sipil untuk menerima atau mendapatkan apa yang sudah menjadi haknya, yaitu gaji, tunjangan, dan sebagainya yang diberikan sesuai  ketentuan, dan sesuai dengan tugas, golongan dan pangkat, serta jabatan pns berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jikalah nilai-nilai integritas ini dimiliki oleh pegawai aparatur sipil negara atau pegawai negeri sipil, tentu anti korupsi akan tertanam dalam diri kita saat kita bekerja.

 

Pada tahun 2017 ini Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan (Badan Sar Nasional) telah memperoleh prestasi diantaranya adalah hasil evaluasi reformasi birokrasi dengan kategori nilai BB, merupakan interprestasi sangat baik, dan  juga hasil evaluasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (sakip) yang juga dengan kategori nilai BB, dengan interprestasi sangat baik, serta prestasi lainnya dalam bidang keuangan dan pelayanan publik.

Hal ini adalah atas hasil kerja keras bersama para aparatur sipil negara di lingkungan Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan (Badan Sar Nasional) yang telah bekerja sepenuh hati dan tanpa lelah untuk dapat mencapai tujuan organisasi yang sesuai dengan arah kebijakan nasional pemerintah.

 

"Saya berharap kepada seluruh peserta sosialisasi dapat mengikuti rangkaian acara yang akan dilaksanakan ini dengan sungguh-sungguh, mengingat materi yang akan disampaikan oleh para nara sumber memiliki korelasi yang sangat erat dengan pelaksanaan kualitas program kegiatan Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan (Badan Sar Nasional) dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat agar lebih profesional, handal dan terpercaya" Inspektur Nugroho Budi Wiryanto, S.I.P., M.M., qia

"Kita harus aktif mengikuti perubahan atau perkembangan yang terjadi khususnya dalam hal bagaimana melakukan manajemen kinerja agar sesuai dengan yang  diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena kita merupakan lembaga pemerintah yang bertugas melaksanakan semua peraturan dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih" tambahnya

 

 

Makna yang terkandung dalam tema tersebut sangat dalam. Artinya bahwa pelaksanaan kegiatan pencarian dan pertolongan serta penyelamatan jiwa dalam kecelakaan atau bencana harus dilandasi dengan moral, pengetahuan, etos kerja yang tinggi, integritas, dan memiliki kepekaan terhadap penderitaan sesama serta memiliki sikap responsif, jiwa militan, bekerja keras, santun dan profesional, sehingga penyelenggaraan pencarian dan pertolongan dapat terselenggara dengan baik dan optimal.

Melalui acara sosialisasi ini mudah-mudahan akan menghasilkan sebuah pemikiran dan keputusan yang sangat bermanfaat untuk kita menjalankan tugas demi bangsa dan negara dan negara yang kita cintai. (hms)

 

Link Terkait
PEJABAT