LANDASAN LICIN PESAWAT TERGELINCIR

Yogyakarta - Pesawat Garuda dengan Nomor Penerbangan GA 258 PK-GNK tujuan Jakarta-Yogyakarta tergelincir saat mendarat di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Rabu (1/2) sekitar pukul 19.50 WIB.

Kepala Humas Bandara Adisutjipto Yogyakarta Liza Anindya membenarkan ada pesawat Garuda yang tergelincir. Namun pihaknya masih berusaha memantau kondisi penumpang.

Vice President Coordinator Communication (VP Coorcom) Garuda Indonesia, Benny Butar-butar membenarkan kabar tersebut. Kejadian ini karena hujan deras yang membuat landasan licin dan pesawat tergelincir.

Evakuasi pesawat dibantu oleh BASARNAS Yogyakarta, Kepolisian dan Tim intern Bandara yang memakan waktu setengah hari.

Pesawat Garuda Indonesia yang tergelincir di Bandara Adisucipto berhasil dievakuasi pada pada pukul 14.10 WIB dan jadwal penerbangan dipastikan akan kembali normal pada pukul 15.00 WIB, seperti disampaikan oleh General Manager Bandara Adisucipto.

General Manager Bandara Adisucipto Agus Pandu Purnama mengatakan penerbangan akan kembali normal setelah landasan dibersihkan.

"Jadi kita bersihkan apakah ada ceceran tanah bekas evakuasi pesawat ataukah kotoran lainnya di runway, kami menunggu report dari lapangan dari tim yang melakukan pengecekan runway, kalau sudah dinyatakan oleh tim di lapangan clear itu akan kami buka," jelas Agus Pandu kepada BBC Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima BBC Indonesia, VP Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar di Yogyakarta mengatakan pemindahan pesawat tersebut sempat mengalami kendala karena kondisi tanah berumput dan kontur tanah yang lembek di sekitar landasan pacu.

Pesawat Boeing 737-800NG ini mengangkut 123 orang penumpang dan tujuh kru tergelincir di landasan ketika akan mendarat di tengah cuaca hujan di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta Rabu (01/02) malam.

Insiden ini menyebabkan 23 penerbangan dari Bandara Adisucipto dibatalkan sejak Rabu malam, dan sekitar 2.408 penumpang terkena dampaknya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

640 penumpang - terutama dengan tujuan Jakarta - dialihkan melalui Solo Jawa Tengah.

Garuda melakukan investigasi internal, dan menyerahkan proses penyelidikan penyebab kecelakaan kepada Komite Nasional Kecelakaan Transportasi KNKT. (HMS)
Link Terkait
PEJABAT