LONGSOR BATU TIMBUN RUMAH WARGA

Yogyakarta - Kejadian longsor Bukit Batu Putih di Dusun Jetir, Sambirejo, Gunungkidul, menyisakan sebuah cerita misteri. Cerita misteri itu diungkapkan warga sekitar.

Warga setempat, Mariman menceritakan, lima hari sebelum kejadian, salah seorang warga yang sedang sembahyang tiba-tiba ditemui tiga sosok misterius.

Dua sosok misterius memakai jubah putih dan satu berjubah hitam. Ketiga sosok misterius itu meminta agar penambangan di sekitar bukit itu dihentikan.

Ia menyampaikan pesan ketiga sosok misterius dalam mimpinya, tapi keluarga tidak peduli. Penambangan batu putih itu tetap dilanjutkan. Alat alat berat penambangan masih ada di sekitar lokasi longsor.

Tak cuma itu, operator alat berat juga mengalami kejadian mistis saat tengah mengoperasikan alat beratnya. Menurut Mariman, operator alat berat itu sempat melihat sosok perempuan di atas bukit.

Sementara itu, Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono juga mendapatkan cerita mistis dari para relawan yang mengevakuasi korban. Saat relawan mengevakuasi pada Sabtu dini hari, beberapa dari mereka mendengar suara mendesis dari arah puncak bukit.

Bukit tempat penambangan batu setinggi 30 meter di Dusun Jentir, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta longsor pada Jumat (03/03).

Material longsor dari bukti yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah itu menimpa rumah beserta dua penghuninya, sepasang kakek nenek, bernama Manto Miharjo (80) dan istrinya Tugiyem (75).

BASARNAS dan Tim SAR gabungan lainnya terus melakukan pencarian akhirnya menemukan satu korban terakhir akibat longsornya Bukit batu putih di Dusun Jentir, Desa Sambirejo, Kecamatan Semin, Gunungkidul. Korban itu bernama Tugiyem (75), istri dari Manto Miharjo (80) yang ditemukan lebih dahulu dengan kondisi tewas.

Ketua Tim Evakuasi Letkol Infanteri Muh. Taufik Hanif Y mengatakan korban berhasil dievakuasi pada pukul 09.29 WIB. Jenazah dikeluarkan setelah memecahkan batu berukuran besar.

"Sudah kita lakukan proses identifikasi dan kemudian jenazah akan di sucikan, dan dilakukan pemakaman pada hari ini juga," kata Taufik, Minggu (05/03).

Taufik mengatakan proses evakuasi hanya menggunakan alat dari BASARNAS. Sebab, getaran alat berat dikhawatirkan akan memicu longsor susulan akibat getaran.

"Keberhasilan proses evakuasi tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Kita berterima kasih kepada semua elemen yang terlibat dalam evakuasi ini," kata dia.

setelah ditemukan, korban lansung dimakamkan oleh pihak keluarga. Saat ini, garis polisi masih terpasang di lokasi untuk mengantisipasi longsor susulan. Diharapkan warga tidak mendekati lokasi longsor sebab potensi longsor susulan masih bisa terjadi. (HMS)

Link Terkait
PEJABAT